MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
Disusun guna untuk memenuhi tugas matakuliah
Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Si.
Disusun oleh :
Ifadah Alawiyyah
ACC 213 006
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
PASCA SARJANA PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul “Model Pembelajaran Inkuiri” dengan
tepat waktu. Dan juga penulis berterima kasih pada Bapak Prof. Dr. I Nyoman
Sudyana, M.Si selaku Dosen mata kuliah Teknologi Pendidikan yang telah memberikan
tugas ini.
Penulis
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai pengertian, Syarat
Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru, Ciri-ciri,
Komponen, Prinsip-prinsip, Langkah-langkah Pelaksanaan, Sintak, serta Mengetahui
Kelebihan dan Kelemahan Model
Pembelajaran Inkuiri.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir
kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
.
Palangka Raya, November 2013
Penulis
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar...................................................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................................................ 3
Bab I PENDAHULUAN...................................................................................................... 4
A. Latar Belakang Masalah............................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 4
C. Tujuan penulisan Makalah......................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 6
A. Pengertian Inkuiri...................................................................................................... 6
B. Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan
Peran Guru...............................
C. Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri.....................................................................................
D.
Komponen Model Pembelajaran Inkuiri....................................................................
E.
Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri ...........................................................................
F.
Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran
Inkuiri ................................................
G.
Sintak
Pembelajaran Inkuiri......................................................................................
H.
Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri
BAB III PENUTUP.............................................................................................................. 15
Kesimpulan................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Saat ini kemajuan
dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin cepat. Sebagai seorang pendidik,
dituntut untuk semakin kreatif dalam mengembangkan atau menyajikan materi ajar
kepada siswa atau peserta didik. Sehingga hasil dari proses yang kembangkan
membuat peserta didik siap menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan saat
ini. Seperti yang kita tahu, untuk memperoleh pengetahuan itu, tidak harus
mendapatkanya dibangku sekolah saja atau dengan kata lain ilmu dapat diperoleh
dari mana saja, terutama lewat lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemahaman
tersebut harus dapat ditanamkan pada setiap peserta didik agar pengetahuan yang
mereka peroleh tidak hanya sebatas pengetahuan dari sekolah saja.
Sebagai pendidik juga dapat menanamkan pemahaman kepada peserta
didik untuk belajar mandiri dengan maupun tanpa bimbingan dari guru. Peserta
didik harus mampu mengembangkan kemampuan yang diperoleh dari lingkungannya
untuk menemukan suatu konsep dalam pembelajaran. Selain itu peserta didik juga
harus terbiasa dengan pemahaman untuk belajar berlangsung seumur hidup mereka.
Sebenarnya
kemampuan mengeksplor yang ada pada diri peserta didik, telah ada sejak mereka
kanak-kanak. Pada masa kanak-kanak, mereka telah sering menanyakan sesuatu,
sehingga mereka memperoleh kejelasan atau menemukan jawabanya dari apa yang
ingin mereka ketahui. Jadi, sebenarnya potensi untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu telah
banyak dimiliki peserta didik sejak kecil, namun sering terhambat oleh
lingkungan keluarga dan sekolah yang kurang memadai.
Orang tua sering tidak melayani atau merasa terganggu,
takut rusak, rugi dan sebagainya, apabila anaknya banyak bertanya, mencoba
melakukan sesuatu yang mungkin sampai rusak. Para guru umumnya kurang
mengembangkan metode inkuiri ini sehingga para siswa di sekolah lebih banyak
bersifat menerima informasi. Maka hal ini banyak akan menghambat perkembangan
potensi peserta didik. Makalah ini menyajikan beberapa
hal yang terkait dengan model pembelajaran inkuiri.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, rumusan
masalah yang didapat adalah:
- Apa yang dimaksud dengan Inkuiri?
- Apa saja syarat timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru?
- Apa ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri?
- Ada berapa komponen model pembelajaran inkuiri?
- Apa prinsip-prinsip penggunaan inkuiri?
- Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri?
7.
Bagaimana sintak
pembelajaran inkuiri?
- Apa kelebihan dan kelemahan model pembelajaran inkuiri?
C.
Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1.
Dapat memahami pengertian inkuiri
2.
Dapat mengetahui syarat
timbulnya kegiatan inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru
3.
Dapat mengetahui ciri-ciri pembelajaran inkuiri
4.
Dapat mengetahui komponen model pembelajaran inkuiri
5.
Dapat memahami prinsip-prinsip penggunaan inkuiri
6.
Dapat memahami langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran
inkuiri
7.
Dapat memahami sintak
pembelajaran inkuiri
8.
Mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran inkuiri
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Inkuiri
Indrawati (1999:9, dalam Trianto 2009:165)
menyatakan, bahwa suatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif bila
diselenggarakan melalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun
pemrosesan informasi. Hal ini dikarenakan model-model pemrosesan informasi
menekankan pada bagaimana seseorang berfikir dan bagaimana dampaknya terhadap
cara-cara mengolah informasi. Menurut Downey
(1967) dalam Joyce (1992:107) menyatakan bahwa inti dari berpikir yang baik
adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Dasar dari pemecahan masalah adalah
kemampuan untuk belajar dalam situasi proses berpikir. Dengan demikian, hal ini
dapat di implementasikan bahwa kepada siswa hendaknya diajarkan bagaimana
belajar meliputi apa yang diajarkan, bagaimana hal itu diajarkan, jenis kondisi
belajar, dan memperoleh pandangan baru. Salah satu yang termasuk dalam model
pemrosesan informasi adalah model pembelajaran inkuiri.
Inkuiri
berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat,
dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan
penyelidikan. Pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi
siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir)
terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan
utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk membantu individu
untuk membangun kemampuan itu.
Inkuiri
artinya proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses
berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari
mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Belajar pada
dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis.
Melalui proses mental itulah, diharapkan siswa berkembang secara utuh baik
intelektual, mental, emosi, maupun pribadinya. Oleh karena itu dalam proses
perencanaan pembelajaran, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang
harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat
menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Pembelajaran adalah proses
memfasilitasi kegiatan penemuan (inkuiri) agar siswa memperoleh pengetahuan dan
keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah
fakta).
Pembelajaran
inkuiri dirancang untuk mengejak siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah
ke dalam waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian Schlenker, dalam Joyco
dan Weil (1992:198, dalam Trianto 2009:167), menunjukkan bahwa latihan inkuiri
dapat meningkatkan pemahaman sains, produktif dalam berpikir kreatif, dan siswa
menjadi terampil dalam memperoleh dan menganalisis informasi.
B. Syarat Timbulnya
Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru
Menurut Gulo (2002, dalam Trianto 2009:168) Kondisi
umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah :
- Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi
- Inkuiri berfokus pada hipotesis dan
- Penggunaan fakta sebagai evidensi
Susunan kelas yang nyaman merupakan hal yang penting
dalam pembelajaran inkuiri karena pertanyaan-pertanyaan harus berasal dari
siswa agar proses pembelajaaran dapat dicapai dengan baik. Kerja sama guru
dengan siswa, siswa dengan siswa diperlukan juga adanya dorongan secara aktif
dari guru dan teman.
Untuk menciptakan kondisi seperti itu peran Guru
adalah sebagai berikut :
- Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir
- Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan
- Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat
- Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan kelas
- Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
- Manager, mengelola sumber belajar, waktu dan organisasi kelas
- Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa
Pembelajaran inkuiri menurut Suchman (dalam Trianto
2009:171), peran guru memonitor pertanyaan siswa untuk mencegah agar proses
inkiri, tidak sama dengan permainan tebakan . Hal ini memerlukan dua aturan
penting yaitu ;
- Pertanyaan harus dapat dijwab ya atau tidakdan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
- Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan guru memberikn jawaaban pertanyaan tersebut tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
C.
Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri memiliki beberapa ciri, di antaranya:
Pertama, pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa
secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya, pada pembelajaran inkuiri
menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran,
siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi pelajaran melalui penjelasan
guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari
materi pelajaran itu sendiri.
Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk
mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga
diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan
demikian, pada pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai satu-satunya
sumber belajar, tetapi lebih diposisikan sebagai fasilitator
dan motivatorbelajar siswa. Aktivitas pembelajaran
biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa. Karena itu
kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam
melakukan inkuiri. Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai
peranan sebagai konselor, konsultan, teman yang kritis dan fasilitator. Ia
harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok, serta memberi
kemudahan bagi kerja kelompok.
Ketiga, tujuan dari pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan
berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan
kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam
pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi
pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang
dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat
mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal. Sebaliknya, siswa akan dapat
mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi
pelajaran.
D. Komponen Model Pembelajaran Inkuiri
Dalam
praktiknya aplikasi model pembelajaran inkuiri ini sangatlah beragam,
tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun menurut Garton, (2005) bahwa
pembelajaran dengan model inkuiri memiliki 5 komponen yang umum yaitu :
1.
Question
Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah
pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman
siswa akan suatu fenomena. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, yang
dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh
siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang
harus dipecahkan oleh siswa.
2.
Student
Engangement
Dalam model inquiri, keterlibatan aktif siswa
merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator.
Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau
menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, melainkan dituntut terlibat
dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap
konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi.
3.
Cooperative
Interaction
Siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja
berpasangan atau dalam kelompok, dan mendiskusikan berbagai gagasan. Dalam hal
ini, siswa bukan sedang berkompetisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan
guru dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan mungkin saja semua jawaban benar.
4.
Performance
Evaluation.
Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta
untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai
permasalahan yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide
presentasi, grafik, poster, karangan, dan lain-lain. Melalui produk-produk ini
guru melakukan evaluasi.
5.
Variety
of Resources
Siswa dapat menggunakan bermacam-macam
sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara
dengan ahli, dan lain sebagainya.
E. Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri
Pembelajaran Inkuiri
merupakan strategi yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak.
Menurut Piaget perkembangan intelektual anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
1.
Maturation
atau kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses
pertumbuhan fisik yang meiputi pertumbuhan tubuh, pertumbuhan otak dan
pertumbuhan sistem saraf.
2.
Physical experience
adalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda
yang ada di lingkungan sekitarnya. Tindakan yang dilakukan individu
memungkinkan dapat berkembangnya daya pikirnya.
3.
Social experience
adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. Melalui pengalaman
sosial, anak bukan hanya dituntut untuk mempertimbangkan atau mendengarkan
pandangan orang lain, tetapi juga akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada aturan
lain disamping aturannya sendiri.
4.
Equilibration
adalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan
baru yang ditemukannya.
Atas dasar penjelasan
di atas, maka dalam penggunaan pembelajaran Inkuiri terdapat beberapa prinsip
yang harus diperhatikan, yaitu :
1.
Berorientasi
pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah
pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini
selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
2.
Prinsip
interaksi
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti
menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur
interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan
kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
3.
Prinsip
bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan pembelajaran
Inkuiri adalah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap
pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh
sebab itu kemampuan guru untuk bertanya dalam setiao langkah inkuri sangat
diperlukan.
4.
Prinsip
belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan
tetapi belajar adalah proses berpikir, yakni proses mengembangkan potensi
seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah adalah pemanfaatan dan penggunaan
otak secara maksimal.
5.
Prinsip
keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan.
Oleh karena itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan
perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah
pembelajaran yang menyediakn berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus
dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan
kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan
kebenaran hipotesis yang diajukan.
F. Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran
Inkuiri
Gulo (2002) menyatakan, bahwa
kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah
sebagai berikut:
1. Mengajukan Pertanyaan atau
Permasalahan
Kegiatan inkuiri dimulai ketika
pertanyaan atau permasalahan diajukan. Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah
jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta
untuk merumuskan hipotesis.
2. Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara
dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara hipotesis
perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk
mengembangkan kemampuan berhipotesis pada setiap anak adalah dengan mengajikan
berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat mendorong siswa
untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai
perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
3. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas
menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Tugas dan peran guru dalam tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matrik, atau grafik.
4. Analisi Data
Siswa bertanggung jawab menguji
hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang diperoleh. Factor penting dalam menguji hipotesis adalah
pemikiran “benar” atau “salah”. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data
percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata
hipotesis tersebut itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai
dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya.
5. Membuat kesimpulan
Langkah penutup dari
pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang
diperoleh siswa.
G. Sintak Pembelajaran Inkuiri
Dalam
upaya menanamkan konsep, seperti konsep kimia pokok bahasan Saling
Ketergantungan pada siswa tidak cukup hanya sekedar ceramah. Pembelajaran akan
bermakna jika siswa diberikan kesempatan untuk tahu dan terlibat secara aktif
dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat dari lingkungan dengan
bimbingan guru (Trianto, 2009:171).
Pada
penelitian ini tahapan pembelajaran yang digunakan mengadaptasi dari tahapan
pembelajaran inkuiri yang dikemukakan oleh Eggen & Kauchak (1996, dalam Trianto,
2009:172).
Tabel
1.1 Tahap Pembelajaran Inkuiri
Fase
|
Perilaku Guru
|
Tahap
1
Menyajikan
pertanyaan atau masalah
|
Guru
membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan maslah. Guru membagi siwa dalam
kelompok
|
Tahap
2
Membuat
hipotesis
|
Guru
memberikan kesempatan bagi tiap siswa untuk curah pendapat dalam membentuk
hipotesis. Guru membibing siswa dalam membuat hipotesis yang relevan dengan
permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas
penyelidikan.
|
Tahap
3
Merancang
percobaan
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai
dengan hipotesis yang dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan
langkah-langkah percobaan.
|
Tahap
4
Melakukan
percobaan untuk memperoleh informasi
|
Guru
membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan.
|
Tahap
5
Mengumpulkan
dan menganalisis data
|
Guru
memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan
data yang terkumpul.
|
Tahap
6
Membuat
kesimpulan (generalisasi)
|
Guru
membimbing siswa dalam mambuat kesimpulan.
|
Sudjana
(1989, dalam Trianto, 2009:172) menyatakan,
ada lima tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan pembelajaran inkuiri,
yaitu:
1)
Merumuskan masalah untuk dipecahkan oleh
siswa;
2)
Menetapkan jawaban sementara atau lebih
dikenal dengan istilah hipotesis;
3)
Mencari informasi, data, dan fakta yang
diperlukan untuk menjawab hipotesis atau permasalahan;
4)
Menarik kesimpulan jawaban atau
generalisasi; dan
5)
Mengaplikasikan kesimpulan.
H. Kelebihan
dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri dengan metode Suchman
menggunakan pertanyaan-pertanyaan yandiajukan kepada siswa sebagai alternative
untuk prosedur pengumpulan data. Inkuiri Suchnan seperti yang dikutip oleh
Kardi (2003) mempunyai 2 kelebihan yaitu :
1.
Penelitian dapat diselesaikan dalam
waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat
mengalami siklus inkuiri dengan cepat, dan dengan pelatihan mereka akan
terampil melakukan inkuiri
2.
Lebih efektif dalam senua bidang di
dalam kurikulum.
Pendekatan pembelajaran ini sangat cocok
untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif.
Kelemahannya ialah antara lain; memakan waktu banyak
(time consuming), dan kalau kurang terpimpin dan terarah, dapat menjurus pada
kekacauan dan kekaburan atas materi yang dipelajarinya (Rusyan, 1999)
BAB III
PENUTUP
Berdasarkan pemaparan diatas maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
A.
Inkuiri berasal dari kata to inquire yang
berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan,
mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Pembelajaran inkuiri ini
bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan
intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir
reflektif.
B.
Syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi
siswa yaitu: Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa
berdiskusi, Inkuiri berfokus pada hipotesis, dan Penggunaan fakta sebagai
evidensi.
Sedangkan
peran Guru yaitu: Motivator, Fasilitator, Penanya, Administrator, Pengarah,
Manager, Rewarder
C.
Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri yaitu: pertama pembelajaran inkuiri menekankan
kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, kedua seluruh aktivitas yang dilakukan
siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang
dipertanyakan, ketiga mengembangkan kemampuan
berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.
D.
Komponen Model Pembelajaran Inkuiri ada
5, yaitu: Question, Student Engangement,, Cooperative Interaction, Performance Evaluation., dan Variety of Resources.
E.
Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri
yaitu: Berorientasi pada pengembangan intelektual,
Prinsip
interaksi, Prinsip bertanya, Prinsip
belajar untuk berpikir, dan Prinsip keterbukaan.
F.
Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran
Inkuiri yaitu: Mengajukan Pertanyaan atau Permasalahan, Merumuskan hipotesis,
Mengumpulkan data, Analisi Data, Membuat kesimpulan.
G.
Sintak Pembelajaran Inkuiri, yaitu: 1) Menyajikan
pertanyaan atau masalah, 2)Membuat hipotesis, 3) Merancang percobaan, 4) Melakukan
percobaan untuk memperoleh informasi, 5) Mengumpulkan dan menganalisis data,
dan 6) Membuat kesimpulan (generalisasi).
H.
Kelebihan
Model Pembelajaran Inkuiri
1.
Penelitian dapat diselesaikan dalam
waktu satu periode pertemuan.
2.
Lebih efektif dalam senua bidang di
dalam kurikulum.
Kelemahannya
ialah antara lain; memakan waktu banyak (time consuming), dan kalau kurang
terpimpin dan terarah, dapat menjurus pada kekacauan dan kekaburan atas materi
yang dipelajarinya (Rusyan, 1999)
DAFTAR
PUSTAKA
Depdikbud. 1985. Model-model Mengajar IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Rusyan, A.Tabrani, dkk.1998. Pendekatan Dalam Proses
Belajar Mengajar. Bandung:Remaja Karya Offset
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran
Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Perenada Media Group