Senin, 25 November 2013

MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI



MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
Disusun guna untuk memenuhi tugas matakuliah Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Si.


Disusun oleh :
   Ifadah Alawiyyah
ACC 213 006


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PASCA SARJANA PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Model Pembelajaran Inkuiri” dengan tepat waktu. Dan juga penulis berterima kasih pada Bapak Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Si selaku Dosen mata kuliah Teknologi Pendidikan yang telah memberikan tugas ini.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian, Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru, Ciri-ciri, Komponen, Prinsip-prinsip, Langkah-langkah Pelaksanaan, Sintak, serta Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
.

Palangka Raya,  November 2013


Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................................................ 3
Bab I PENDAHULUAN...................................................................................................... 4
A.    Latar Belakang Masalah............................................................................................ 4
B.     Rumusan Masalah...................................................................................................... 4
C.     Tujuan penulisan Makalah......................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 6
A.    Pengertian Inkuiri...................................................................................................... 6
B.     Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru...............................
C.     Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri.....................................................................................
D.    Komponen Model Pembelajaran Inkuiri....................................................................
E.     Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri ...........................................................................
F.      Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri ................................................
G.     Sintak Pembelajaran Inkuiri......................................................................................
H.    Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri

BAB III PENUTUP.............................................................................................................. 15
Kesimpulan................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
  Saat ini kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin cepat. Sebagai seorang pendidik, dituntut untuk semakin kreatif dalam mengembangkan atau menyajikan materi ajar kepada siswa atau peserta didik. Sehingga hasil dari proses yang kembangkan membuat peserta didik siap menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini. Seperti yang kita tahu, untuk memperoleh pengetahuan itu, tidak harus mendapatkanya dibangku sekolah saja atau dengan kata lain ilmu dapat diperoleh dari mana saja, terutama lewat lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemahaman tersebut harus dapat ditanamkan pada setiap peserta didik agar pengetahuan yang mereka peroleh tidak hanya sebatas pengetahuan dari sekolah saja.
Sebagai pendidik juga dapat menanamkan pemahaman kepada peserta didik untuk belajar mandiri dengan maupun tanpa bimbingan dari guru. Peserta didik harus mampu mengembangkan kemampuan yang diperoleh dari lingkungannya untuk menemukan suatu konsep dalam pembelajaran. Selain itu peserta didik juga harus terbiasa dengan pemahaman untuk belajar berlangsung seumur hidup mereka.
Sebenarnya kemampuan mengeksplor yang ada pada diri peserta didik, telah ada sejak mereka kanak-kanak. Pada masa kanak-kanak, mereka telah sering menanyakan sesuatu, sehingga mereka memperoleh kejelasan atau menemukan jawabanya dari apa yang ingin mereka ketahui. Jadi, sebenarnya potensi untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu telah banyak dimiliki peserta didik sejak kecil, namun sering terhambat oleh lingkungan keluarga dan sekolah yang kurang memadai.
Orang tua sering tidak melayani atau merasa terganggu, takut rusak, rugi dan sebagainya, apabila anaknya banyak bertanya, mencoba melakukan sesuatu yang mungkin sampai rusak. Para guru umumnya kurang mengembangkan metode inkuiri ini sehingga para siswa di sekolah lebih banyak bersifat menerima informasi. Maka hal ini banyak akan menghambat perkembangan potensi peserta didik. Makalah ini menyajikan beberapa hal yang terkait dengan model pembelajaran inkuiri.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah yang didapat adalah:
  1. Apa yang dimaksud dengan Inkuiri?
  2. Apa saja syarat timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru?
  3. Apa ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri?
  4. Ada berapa komponen model pembelajaran inkuiri?
  5. Apa prinsip-prinsip penggunaan inkuiri?
  6. Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri?
7.      Bagaimana sintak pembelajaran inkuiri?
  1. Apa kelebihan dan kelemahan model pembelajaran inkuiri?

C.    Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Dapat memahami pengertian inkuiri
2.      Dapat mengetahui syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru
3.      Dapat mengetahui ciri-ciri pembelajaran inkuiri
4.      Dapat mengetahui komponen model pembelajaran inkuiri
5.      Dapat memahami prinsip-prinsip penggunaan inkuiri
6.      Dapat memahami langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri
7.       Dapat memahami  sintak pembelajaran inkuiri
8.      Mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran inkuiri























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Inkuiri
Indrawati (1999:9, dalam Trianto 2009:165) menyatakan, bahwa suatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif bila diselenggarakan melalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun pemrosesan informasi. Hal ini dikarenakan model-model pemrosesan informasi menekankan pada bagaimana seseorang berfikir dan bagaimana dampaknya terhadap cara-cara mengolah informasi. Menurut Downey (1967) dalam Joyce (1992:107) menyatakan bahwa inti dari berpikir yang baik adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Dasar dari pemecahan masalah adalah kemampuan untuk belajar dalam situasi proses berpikir. Dengan demikian, hal ini dapat di implementasikan bahwa kepada siswa hendaknya diajarkan bagaimana belajar meliputi apa yang diajarkan, bagaimana hal itu diajarkan, jenis kondisi belajar, dan memperoleh pandangan baru. Salah satu yang termasuk dalam model pemrosesan informasi adalah model pembelajaran inkuiri.
Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu.
Inkuiri artinya proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. Melalui proses mental itulah, diharapkan siswa berkembang secara utuh baik intelektual, mental, emosi, maupun pribadinya. Oleh karena itu dalam proses perencanaan pembelajaran, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Pembelajaran adalah proses memfasilitasi kegiatan penemuan (inkuiri) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta).
Pembelajaran inkuiri dirancang untuk mengejak siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah ke dalam waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian Schlenker, dalam Joyco dan Weil (1992:198, dalam Trianto 2009:167), menunjukkan bahwa latihan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman sains, produktif dalam berpikir kreatif, dan siswa menjadi terampil dalam memperoleh dan menganalisis informasi.
B.     Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru
Menurut Gulo (2002, dalam Trianto 2009:168) Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah :
  1. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi
  2. Inkuiri berfokus pada hipotesis dan
  3. Penggunaan fakta sebagai evidensi
Susunan kelas yang nyaman merupakan hal yang penting dalam pembelajaran inkuiri karena pertanyaan-pertanyaan harus berasal dari siswa agar proses pembelajaaran dapat dicapai dengan baik. Kerja sama guru dengan siswa, siswa dengan siswa diperlukan juga adanya dorongan secara aktif dari guru dan teman.
Untuk menciptakan kondisi seperti itu peran Guru adalah sebagai berikut :
  1. Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir
  2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan
  3. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat
  4. Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan kelas
  5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
  6. Manager, mengelola sumber belajar, waktu dan organisasi kelas
  7. Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa
Pembelajaran inkuiri menurut Suchman (dalam Trianto 2009:171), peran guru memonitor pertanyaan siswa untuk mencegah agar proses inkiri, tidak sama dengan permainan tebakan . Hal ini memerlukan dua aturan penting yaitu ;
  1. Pertanyaan harus dapat dijwab ya atau tidakdan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
  2. Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan guru memberikn jawaaban pertanyaan tersebut tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
C.    Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri memiliki beberapa ciri, di antaranya:
Pertama, pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya, pada pembelajaran inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, pada pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai satu-satunya sumber belajar,  tetapi lebih diposisikan sebagai fasilitator dan motivatorbelajar siswa. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa. Karena itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri. Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor, konsultan, teman yang kritis dan fasilitator. Ia harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok, serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok.
Ketiga, tujuan dari pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal. Sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.
D.    Komponen Model Pembelajaran Inkuiri
Dalam praktiknya aplikasi model pembelajaran inkuiri ini sangatlah beragam, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun menurut Garton, (2005) bahwa pembelajaran dengan model inkuiri memiliki 5 komponen yang umum yaitu :
1.      Question
Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa.
2.      Student Engangement
Dalam model inquiri, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi.
3.      Cooperative Interaction
Siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok, dan mendiskusikan berbagai gagasan. Dalam hal ini, siswa bukan sedang berkompetisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan mungkin saja semua jawaban benar.
4.      Performance Evaluation.
Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi, grafik, poster, karangan, dan lain-lain. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi.
5.      Variety of Resources
Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan ahli, dan lain sebagainya.



E.     Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri
Pembelajaran Inkuiri merupakan strategi yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak. Menurut Piaget perkembangan intelektual anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
1.      Maturation atau kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik yang meiputi pertumbuhan tubuh, pertumbuhan otak dan pertumbuhan sistem saraf.
2.      Physical experience adalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Tindakan yang dilakukan individu memungkinkan dapat berkembangnya daya pikirnya.
3.      Social experience adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. Melalui pengalaman sosial, anak bukan hanya dituntut untuk mempertimbangkan atau mendengarkan pandangan orang lain, tetapi juga akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada aturan lain disamping aturannya sendiri.
4.      Equilibration adalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru yang ditemukannya.

Atas dasar penjelasan di atas, maka dalam penggunaan pembelajaran Inkuiri terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu :
1.      Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
2.      Prinsip interaksi
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
3.      Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan pembelajaran Inkuiri adalah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu kemampuan guru untuk bertanya dalam setiao langkah inkuri sangat diperlukan.
4.      Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir, yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
5.      Prinsip keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Oleh karena itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakn berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.

F.     Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri
Gulo (2002) menyatakan, bahwa kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:
1.      Mengajukan Pertanyaan atau Permasalahan
Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan. Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis.


2.      Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan berhipotesis pada setiap anak adalah dengan mengajikan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
3.      Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Tugas dan peran guru dalam tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matrik, atau grafik.
4.      Analisi Data
Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang diperoleh.  Factor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran “benar” atau “salah”. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata hipotesis tersebut itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya.
5.      Membuat kesimpulan
Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.

G.       Sintak Pembelajaran Inkuiri
Dalam upaya menanamkan konsep, seperti konsep kimia pokok bahasan Saling Ketergantungan pada siswa tidak cukup hanya sekedar ceramah. Pembelajaran akan bermakna jika siswa diberikan kesempatan untuk tahu dan terlibat secara aktif dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat dari lingkungan dengan bimbingan guru (Trianto, 2009:171).
Pada penelitian ini tahapan pembelajaran yang digunakan mengadaptasi dari tahapan pembelajaran inkuiri yang dikemukakan oleh Eggen & Kauchak (1996, dalam Trianto, 2009:172).
Tabel 1.1 Tahap Pembelajaran Inkuiri
Fase
Perilaku Guru
Tahap 1
Menyajikan pertanyaan atau masalah
Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan maslah. Guru membagi siwa dalam kelompok
Tahap 2
Membuat hipotesis
Guru memberikan kesempatan bagi tiap siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membibing siswa dalam membuat hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
Tahap 3
Merancang percobaan
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
Tahap 4
Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan.
Tahap 5
Mengumpulkan dan menganalisis data
Guru memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
Tahap 6
Membuat kesimpulan (generalisasi)
Guru membimbing siswa dalam mambuat kesimpulan. 
Sudjana (1989, dalam Trianto, 2009:172) menyatakan,  ada lima tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan pembelajaran inkuiri, yaitu:
1)      Merumuskan masalah untuk dipecahkan oleh siswa;
2)      Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis;
3)      Mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau permasalahan;
4)      Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi; dan
5)      Mengaplikasikan kesimpulan.
H.  Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri dengan metode Suchman menggunakan pertanyaan-pertanyaan yandiajukan kepada siswa sebagai alternative untuk prosedur pengumpulan data. Inkuiri Suchnan seperti yang dikutip oleh Kardi (2003) mempunyai 2 kelebihan yaitu :
1.      Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat mengalami siklus inkuiri dengan cepat, dan dengan pelatihan mereka akan terampil melakukan inkuiri
2.      Lebih efektif dalam senua bidang di dalam kurikulum.
Pendekatan pembelajaran ini sangat cocok untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif.
Kelemahannya ialah antara lain; memakan waktu banyak (time consuming), dan kalau kurang terpimpin dan terarah, dapat menjurus pada kekacauan dan kekaburan atas materi yang dipelajarinya (Rusyan, 1999)





BAB III
PENUTUP

Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
A.    Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif.
B.     Syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa yaitu: Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi, Inkuiri berfokus pada hipotesis, dan Penggunaan fakta sebagai evidensi.
Sedangkan peran Guru yaitu: Motivator, Fasilitator, Penanya, Administrator, Pengarah, Manager, Rewarder
C.     Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri yaitu: pertama pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, kedua seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, ketiga mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.
D.    Komponen Model Pembelajaran Inkuiri ada 5, yaitu: Question, Student Engangement,, Cooperative Interaction, Performance Evaluation., dan Variety of Resources.
E.     Prinsip-prinsip Penggunaan Inkuiri yaitu: Berorientasi pada pengembangan intelektual, Prinsip interaksi, Prinsip bertanya,   Prinsip belajar untuk berpikir, dan Prinsip keterbukaan.
F.      Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri yaitu: Mengajukan Pertanyaan atau Permasalahan, Merumuskan hipotesis, Mengumpulkan data, Analisi Data, Membuat kesimpulan.
G.    Sintak Pembelajaran Inkuiri, yaitu: 1) Menyajikan pertanyaan atau masalah, 2)Membuat hipotesis, 3) Merancang percobaan, 4) Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, 5) Mengumpulkan dan menganalisis data, dan 6) Membuat kesimpulan (generalisasi).
H.    Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri
1.      Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan.
2.      Lebih efektif dalam senua bidang di dalam kurikulum.
Kelemahannya ialah antara lain; memakan waktu banyak (time consuming), dan kalau kurang terpimpin dan terarah, dapat menjurus pada kekacauan dan kekaburan atas materi yang dipelajarinya (Rusyan, 1999)














DAFTAR PUSTAKA


Depdikbud. 1985. Model-model Mengajar IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Rusyan, A.Tabrani, dkk.1998. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.    Bandung:Remaja Karya Offset
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Perenada Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar