Senin, 25 November 2013

Diagram Venn hubungan antara model, pendekatan, strategi, dan metode

       PELAKSANAAN kegiatan pembelajaran di beberapa daerah masih dibingungkan dengan pemahaman model pembelajaran, sehingga dalam pelaksanaannya ada sebagian tenaga pendidik yang sudah memahami penerapan model pembelajaran dalam kegiatan mengajar. Jika kita merujuk pada UU No. 20 Tahun 2003, persoalan di atas merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh semua pihak, tujuannya adalah agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Secara rinci, dalam pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN) disebutkan bahwa: “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan penerapan model pembelajaran yang cocok merupakan salah satu faktor untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik, sebagaimana yang disarankan oleh Joyce dan Weil, model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (suatu rencana pelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pengajaran dan membimbing pengajaran di kelas atau yang lain.2 Melalui penerapan model pembelajaran dapat mempermudah guru dalam penyampaian materi pembelajaran, sehingga dapat memperkuat daya serap peserta didik untuk menerima, memahami, menyimpan dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya, dengan kata lain guru harus betul-betul mendesain rencana pembelajaran. Karena guru sebagai pendidik mempunyai arti penting dalam pendidikan. Arti penting itu bertolak dari tugas dan tanggung jawab guru yang besar untuk mencerdaskan peserta didiknya. Dalam merencanakan pembelajaran guru harus mempertimbangkan karakteristik peserta didik seperti usia, baik secara individu maupun kelompok untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dengan kata lain dalam penerapan model pembelajaran dibutuhkan analisis SWOT supaya dapat mengembangkan potensi yang sudah dimiliki peserta didik. Oleh karena itu diperlukan kajian yang mendalam dan berbagai referensi dalam memilih model pembelajaran yang cocok dengan materi yang akan diajarakan. Kasus di atas kadang-kadang terealisasi dalam RPP yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran, di mana model pembelajaran harus dicantumkan, tetapi tidak jarang dijumpai bahwa rancangan tersebut menggunakan model pembelajaran yang sama dalam berbagai pokok bahasan yang seharusnya setiap pokok bahasan memiliki kajian materi yang berbeda-beda.
Untuk tercapainya tujuan tersebut, maka perlu dijabarkan secara rinci tentang komponen-komponen yang ada pada model pembelajaran, sehingga pada akhirnya akan membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dan peserta didik mampu menyelasaikan persoalan-persoalan yang dialaminya di sekolah maupun di masyarakat dengan upaya-upaya yang berikan guru.
BAHASAN
Sebelum membahas komponen-komponen penting model pembelajaran, akan lebih bagus kita memahami secara berurutan tentang unsur-unsur penting dari model, strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran sebagai pengetahuan awal dalam memahami komponen-komponen yang terkandung dalam model pembelajaran. Unsur-unsur penting dari tiap istilah di atas sebagai berikut:
a.       Model; 1) Rasional teoritits logic, 2) Landasan pemikiran, 3) Tingkah laku mengajar/syntax, 4) Lingkungan belajar.
b.      Strategi; 1) Pengaturan guru, 2) Struktur peristiwa pembelajaran, 3) Peran guru-peserta didik dalam mengolah pesan, 4) Proses mengolah pesan, 5) Tujuan belajar.
c.        Pendekatan; 1) Tujuan belajar (kompetensi yang ingin dicapai), 2) Pengalaman belajar, 3) Pemodelan perilaku belajar, 4) Dukungan/motivasi terhadap peserta didik, 5) Penguatan.
d.      Metode; 1) Adanya komunikator/pemberi pesan, 2) Adanya komunikan/penerima pesan, 3) Pesan/materi pelajaran.e. Teknik; 1) Karakteristik materi, 2) Karakteristik peserta didik, 3) Karakteristik waktu, 4) Kondisi fasilitas belajar, 5) Instrumen pembelajaran.
Dengan memperhatikan berbagai definisi unsur-unsur dari istilah di atas, secara umum dapat ditentukan bagaimana gambaran hubungan antara berbagai istilah di atas. Ada yang berpendapat bahwa dari berbagai komponen tersebut, hubungannya adalah sebagaimana tampak pada gambar dibawah ini :

Model
 

Gambaran di atas, menunjukkan bahwa Model merupakan komponen yang paling umum dari semua istilah yang lain, dan dapat dimaknai bahwa sebuah model dapat dilaksanakan dengan strategi atau pendekatan yang beragam. Sedangkan metode dan teknik berada di bawahnya. Hubungan tersebut, menurut penulis masih perlu dikaji lagi mengingat bahwa
sebuah model merupakan gambaran atau pola yang dapat diaplikasikan langsung karena sifatnya operasional.
PENGERTIAN
Model mengajar merupakan suatu pola atau rencana yang dipakai guru dalam mengorganisasikan materi pelajaran, maupun kegiatan para siswa dan dapat dijadikan petunjuk bagaimana guru mengajar di depan kelas (seperti alur yang diikutinya). Pendapat ini menunjukkan bahwa model mengajar lebih operasional kepada proses pembelajaran dibandingkan strategi pembelajaran. Sebab dinyatakan juga bahwa strategi mengajar mempunyai pengertian yang lebih luas daripada model (bentuk mengajar).
Beberapa ahli mengatakan bahwa model mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Berdasarkan pada teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli
2.      Mempunyai tujuan tertentu yang dapat dicapai dari penggunaan model tersebut
3.       Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan mengajar di kelas
4.      Terdiri dari beberapa komponen yakni: sintaks (urutan langkah mengajar), Prinsip reaksi (hubungan antara guru dan siswa selama proses pembelajaran), sistem pendukung serta sistem pengelolaan dan lingkungan belajar.
5.      Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pengajaran yang terdiri dari dua macam yaitu: (1) Dampak pengajaran (instructional effect) yang dapat diukur secara langsung, dan (2) Dampak pengiring (nurturant effects) yang merupakan hasil belajar jangka panjang dan bersifat tidak langsung dan muncul sebagai akibat adanya tantangan di sekitar.
Dari beberapa pengertian diatas, tampak adanya kesamaan dan juga perbedaan. Persamaannya terletak pada makna dasarnya yakni model sebagai suatu pola atau rencana. Namun demikian dari pengertian selanjutnya tampak adanya sedikit perbedaan. Perbedaanya adalah bahwa pendapat pertama menyatakan bahwa model merupakan rencana yang dipakai guru dalam mengorganisasikan materi pelajaran maupun kegiatan di kelas. Pengertian ini tampak lebih operasional daripada pengertian yang kedua yang menyatakan model sebagai rencana yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu rancangan yang didalamnya menggambarkan sebuah proses pembelajaran yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam mentransfer pengetahuan maupun nilai-nilai kepada siswa.
Dalam bukunya Models of teaching, Joyce dan Weil mengelompokkan model-model mengajar menjadi empat rumpun yaitu:
1.      Model pengajaran Rumpun sosial ( The Social family) yang terdiri dari beberapa model di antaranya; Model Penelitian Kelompok, Model Pene litian Sosial, Model Metode Laboratorium, Model Jurisprodensial, Model Bermain Peran, Serta Model Simulasi Sosial.
2.      Model pengajaran Rumpun pemrosesan informasi (The Information Processing Family), yang mencakup beberapa model di antaranya; Model Berpikir Induktif, Model Latihan Inkuiri, Model Inkuiri Ilmiah, Model Pemerolehan Konsep, Model Pertumbuhan Berpikir, Model Advance Organizer Danmodel Ingatan.
3.      Model pengajaran Rumpun pribadi (The Personal Family), mencakup beberapa model diantaranya; Model Pengajaran Nondirective, Model Latihan Kesadaran, Model Synetics, Model Sistem Konseptual, dan Model Pertemuan Tatap Muka.
4.      Model pengajaran Rumpun Sistem Perilaku (The Behavioral System Family), mencakup beberapa model di antaranya; Model Pengelolaan Kemungkinan, Model Pengawasan Diri, Model Relaksasi, Model Reduksi Tekanan Jiwa, Model Latihan Bertindak Tegas, Model Densitization dan Model Latihan Langsung.


2 komentar:

  1. ka kok digram venn nya ndak kelihatan.

    BalasHapus
  2. Casino UK | New Member Casino and Gaming | £1000 + 20 Free Spins
    Welcome to Casino UK! Enjoy the latest 익산 출장안마 and best Casino Games, Sign Up, Login, Games, Poker 해외야구 and Live Dealer Games! 목포 출장마사지 Plus the 구리 출장마사지 latest Free Spins Bonuses at 김포 출장샵

    BalasHapus